Buat bahagia kehidupan ke-duamu,



Semakin dewasa kita semakin tahu banyak hal, sumber informasi semakin merajalela tanpa batas. Kita dapati semua itu mulai dari diskusi dengan teman kuliah, sekolah, organisasi, dll, media informasi seperti buku, koran, media sosial, dll, atau bahkan pengalaman kita sendiri. Saat mengalaminya kita menyimpulkan sesuatu yang sebenarnya itu terkadang adalah opini. Dan opini itu bersifat subjektif. Dalam buku misalnya, bisa jadi karena penggiringan pada maksud tertentu yang pro pada penulis atau sebaliknya. Itulah mengapa kita tidak disarankan untuk menggali pada satu sumber saja. Semakin banyak sumber semakin banyak kita mendapatkan sudut pandang. Tapi, tidak menutup kemungkinan dari sumber-sumber yang kita dapatkan menggiring kita pada kebenaran dan ke-objektif-an suatu permasalahan.
Terlebih membahas tentang ke-subjektif-an dan objektif, ada yang membuat aku tergerak untuk menuliskan ini dalam bentuk karya berdimensi 1:1 dengan tatanan random classic colour. Dengan tulisan di tengah foto yang kayaknya simpel padat kontras. Hahaha.
Tulisan raono judule ini diambil dari kata yang banyak digandrungi (hilih) para remaja untuk menikmati hidupnya yang katanya hanya sekali seumur hidup. yaitu YOLO. Karena mungkin mereka berfikir dua tiga kali dan berkesimpulan "Oh iye juga ya. -___-"

See, di situ ada kata katanya yang it means kalo itu adalah sebuah opini. Belum terbukti itu absolut.
Oke, still with me?


YOLO, You Only Live Once

Kita hidup hanya sekali, itulah mengapa menikmati hidup adalah hal yang bisa kita lakukan untuk mensyukuri anugerah Tuhan ini.

YOLO, You Only Live Once

Menurut Deddy Corbuzier, baginya hidup bisa berkali-kali atau dalam tulisan dia adalah setiap hari, sedangkan yang sekali adalah mati.
Maka YOLO menurut Deddy bukan tentang pergi ke pesta dan mabuk kemudian bercinta.
Melainkan melakukan sesuatu dengan hidup sendiri yang penting.

source: https://style.tribunnews.com/2018/09/16/bantah-arti-umum-you-only-live-once-deddy-corbuzier-berikan-makna-lain-versi-dia-setuju
Allah menguji. Siapa yang berpegang teguh pada aturanNya maka dia akan selalu berada pada kebenaran. Di mana Allah tuangkan aturan-aturanNya? Ya, di Al-Quran.
Kita Mati 2 kali dan Hidup 2 kali.
Source:
https://rumaysho.com/973-engkau-akan-mengalami-2-kematian-dan-2-kehidupan.html
Jadi, konsep pro YOLO itu hanya ada pada orang-orang yang tidak beriman, atau yang tidak mencari dan memaknai Al-Quran sepernuhnya. Ada yang tebang pilih. Suka ya dijalankan, Ga suka ya pokoknya ga sanggup aja alibinya. (firstly note for myself) :v
Untuk pernyataan hidup hanya sekali ya boleh lah ya, kita jadikan acuan kita untuk melakukan yang terbaik sesuai peran kita. Like, you born to be make Allah happy and you born to be help the creature of Allah, etc.
Atas semua yang telah kita lewati. Lelah dan sibuk tak berujung. Semuanya pasti sibuk. Sibuk mengejar sesuatu. Sibuk mengejar waktu. Sedangkan waktu berlari berpuluh-puluh kali lebih kencang sampai kita merasa lelah dan tertinggal. Tapi selama di perjalanan, jika nyatanya kita tidak berhasil memaksimalkan bekal yang sudah Allah siapkan pada tiap sudut perjalanannya. Maka nanti pasti banyak yang akan kita sesali. Sebagai manusia yang terpilih, kita tidak berperan secara kaffah. kita sungguh merugi.
Untuk yang sedang berjuang, peluh dan sengsaramu jangan sampai kamu bawa kehadapanNya pada periode kedua di kehidupan selanjutnya.
Sengsara untuk menuju bahagia. Kita harus bahagia.


See, opini pada setiap orang berbeda-beda. Dan mereka semua mempunyai bahan untuk menjelaskan dan mempertahankan argumen yang mereka pilih masing-masing. 
Qodarullah memang, Allah memberikan contoh yang baik dan yang buruk pada kita, manusia. Contoh yang begitu apik dikemas pada setiap sendi-sendi lewat peran makhluk-makhluknya.
Yang kita harus sadar di sini adalah, kenapa dan apa tujuanNya memberi yang seperti ini. Untuk membuat  manusia bingung? No, salah besar.

Gini, ketika kita udah tahu bahkan segala yang benar adalah dari Allah dan tidak ada keraguan sedikitpun atas firmanNya. Allah menurunkan Al-Quran bukan tanpa sebab. Ini loh, Allah mau kasih jalan. Ini loh kamu berpegang teguh pada ini aja. Ini loh, yang tiada kebimbangan dan kebingungan di dalamnya. Ini loh yang akan selalu memberikan kebenaran pada zaman yang penuh fitnah dan tipu daya ini.
So, gausah bingung lagi. Aku harus masuk kubu mana. (wedeh, kubu). Ketika yang buruk bisa terselimuti oleh alih-alih kebaikan, bukankah itu lebih menakutkan. Al-Quran hadir membawa solusi untuk semua persoalan :")



Allah berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat): “Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman lalu kamu kafir”. Mereka menjawab: “Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?” (QS. Al Mu’min [40]: 11)

Adh Dhohak menyebutkan perkataan Ibnu ‘Abbas mengenai surat Al Mu’min ayat 11, Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Dulu kalian berasal dari tanah sebelum diciptakan. Inilah kematian pertama. Lalu kalian dihidupkan dan diciptakan. Inilah kehidupan pertama. Kemudian kalian dimatikan kembali dan masuk ke alam kubur. Inilah kematian kedua. Kemudian nanti kalian akan dibangkitkan pada hari kiamat. Inilah kehidupan kedua. Itulah dua kematian dan dua kehidupan.”


Bukan hidup sekali yang dipake untuk berfoya-foya. Dan melakukan sesuai yang kita suka (kapan lagi oy, hidup cuma sekaaali... sultan bebaaaaas).
Emang dikira setelah melewati semua ini semua tidak ada pertanggung jawabannya. Wake up!!
Allah sendiri yang bilang, di akhirat semua manusia akan dibalas sesuai dengan apa yang dia lakukan. Dan Allah Maha Adil. Allah tidak pernah dzolim pada hambaNya.

Tapi tetap percayalah, bahwa; Kasih sayang dan ampunanNya lebih besar dari dosa-dosa yang kita lakukan.
Jangan berputus asa. Rasulullah yang juga rindu menunggu di ujung sana, di dekat pintu Surga. Menunggu untuk memasuki pintu bersama kita dengan haru yang tak berkesudahan.
Semoga rindu yang menginginkan segera temu ini bisa diajak kerjasama untuk tidak meronta membuat sengsara.

Jangan teruskan. Putus rantainya. Cukup sampai di sini.

Dengan yang tercinta.



almaata.ac.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ISLAM DAN INTEGRASI ILMU PENGETAHUAN - Ust. Abdul Somad, Lc., MA.